Pemberhentian 75 Pegawai KPK Diduga ‘Konspirasi Jahat’, Terkait Beberapa Kasus Kelas Kakap

0
303

Jakarta, ( www.brigadenews.id ),- Pemberhentian 75 pegawai di KPK diduga ‘Konspirasi Jahat’. Pasalnya beberapa pegawai tersebut saat ini tengah ‘Menggarap’ kasus seperti penetapan izin ekspor benih lobster (benur), kasus mafia hukum yang menyeret eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman, hingga kasus yang menjerat taipan Samin Tan.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Novel Baswedan, diketahui salah satu dari 75 nama pegawai yang dinonaktifkan melalui Surat Keputusan (SK) tertandatangan Plh. Kepala Biro SDM KPK Yonathan Demme Tangdilintin.

SK tersebut berisi tentang penetapan keputusan pimpinan KPK atas hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). SK ini ditandatangani pada 7 Mei 2021.

Ada beberapa poin dalam SK itu, pertama menetapkan nama-nama pegawai dalam Lampiran Surat Keputusan yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai menjadi ASN.

Sementara itu,Novel menanggapi SK ini dengan menyatakan Ketua KPK Firli Bahuri bertindak sewenang-wenang. Menurut dia SK tersebut seharusnya berisi penetapan hasil asesmen TWK, bukan tentang penonaktifan pegawai.

“Tindakan sewenang-wenangnya pak Firli itu menjadi masalah serius. Ketua KPK bertindak sewenang-wenang itu kan tindakan serius ini,” ujar Novel, Selasa (11/5), seperti dillansir cnnindonesia.com

Novel menambahkan, ini dapat merugikan masyarakat sebab beberapa pegawai merupakan penyelidik/penyidik kasus yang masih berjalan. ( Red / Dha / Dbs )