Diduga Sarat ‘Penyimpangan’ Anggaran Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Kota Metro,Menjadi Sorotan Penggiat Anti Korupsi

0
419

Kota Metro, ( www.brigadenews.id ), Penggunaan Anggaran Negara pada program pengembangan destinasi pariwisata tahun 2020 , melalui sumber dana APBN ( DAK , Red ) serta APBD di Kota Metro mendapat ‘Sorotan Tajam’ dari beberapa Elemen Masyarakat serta Penggiat Anti Korupsi dan Transparansi Anggaran Negara yaitu DPD Ormas PETIR dan MATTA Institute, Pasalnya pada realisasi Anggaran Negara tersebut di Lapangan disinyalir banyak kejanggalan serta tidak tepat guna.

Program Pengembangan Destinasi Wisata melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata ( DISPORAPAR ) Kota Metro, merupakan salah satu program yang diunggulkan tetapi diduga banyak kejanggalan pada realisasi Anggaran, tidak transparan serta kurang tepat sasaran.

Denny Ma’ruf , Ketua DPD Organisasi Masyarakat ( Ormas ) PETIR Kota Metro saat diwawancarai secara eklusiv oleh Brigade News mengatakan,

” Kami menemukan ‘Dugaan’ banyak  kejanggalan pada struktur bangunan maupun pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja ( RAB, Red ) , Juga program yang diramu oleh dinas terkait terkesan tidak tepat sasaran ditengah masa pandemi covid 19.” tegas pria yang dikenal kritis ini.

Seperti diketahui, Anggaran Negara yang digelontorkan untuk program tersebut berjumlah ‘Fantastis’ yaitu RP.4.610.229.000. ( empat milyar enam ratus sepuluh juta dua ratus dua puluh sembilan ribu rupiah ).

” Kami sedang mengumpulkan materi pendukung untuk melengkapi bukti laporan ke stake holder hukum , karena dalam penggunaan anggaran negara apabila tidak tranparan serta diduga ada kejahatan korupsi sesuai UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 jelas item yang disebut kan dalam penegak kan nya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK,red ) jika hal tersebut memenuhi unsur maka kami tidak main main terhadap hal ini.” Ujar Yoga Aridiskara , Peneliti Muda Matta Institute saat memberikan penjabaran mengenai dugaan tersebut.

Sementara itu Kepala Disporapar Kota Metro saat ingin dimintai pendapatnya mengenai hal ini oleh jurnalis Brigade News.id di kantor nya , sedang tidak ada dikantor ujar salah seorang pegawai yang enggan disebutkan nama nya. (Red/Yudha)