Sempat Diterbitkan Eh Malah Nambah 4 Ekskavator Hajar Bukit Sambung Giri Kawasan Hutan Produksi

0
152
Foto : Papan pemberitahuan larangan beraktifitas di kawasan hutan produksi Bukit Sambung Giri

Studi Karakteristik TailingPada Lokasi Eks Penambangan Timah di Bukit Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka(Tailing Deposit Characteristics Study at Ex-Tin Miningin Sambung Giri Hill Merawang District Bangka Regency)

Pendahuluan

Pernah telah tercatat dalam sejarah bahwa Pulau Bangka dan Belitung sebagai penghasil timah terbesar di dunia.

Komoditi timah pada masa masa lalu pernah menjadi menyumbang devisa yang signifikan bagi Indonesia.

Penemuan sumberdaya mineral bijih timah yang berlimpah di Pulau Bangka dan Belitung sangat berhubungan erat dari posisi strategis geologi Pulau Bangka dan Belitung yang terbentuk pada Sabuk Timah Asia Tenggara (Cobbing, 2005).

Batuan beku asam granit yang banyak tersebar luas merupakan sumber pembawa mineral-mineral berharga, telahmembawa ikut serta berbagai mineral berharga dari perut bumi dan menerobos batuan disekitarnya.

Berbagai penemuan geologi penting cebakan mineral timah primer dan sekunderdan ribuan aktivitas penambangan timah membuktikan hal tersebut.

Penambangan timah telah dilakukan ratusan tahun hingga sekarang ini, tidak dapat terhitung secara persis berapa besar produksi bijih timah yang telah dilakukan dalam rentan waktu tersebut. Hal ini persis sebagaimana yang telah dituliskan oleh Bapak sejarah pertimahan, Sujitno (2015), yang telah memberikan gambaran secaragamblang dan sangat menarik mengenai proses penambangan bijih timah dari generasi awal yang menggunakan teknologi sederhana yang mengandalkan kuli pikul dari Negeri Cina sampai teknologi modern dewasa ini.

Bersamaan dengan penambangan kasiterit dijumpai mineral-mineral lain (mineral asosiasi kasiterit) yang terikutsertakan sebagai mineral ikutan.

Sejumlah mineral kasiterit dan mineral ikutan terbuang sebagai tailing dan ditinggalkan begitu saja.

Mineral kuarsa, pyrit, zirkon, rutil, ilmenit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan dalam penambangan bijih timah yang ikut serta terbuang di dalam tailing.

Penambangan bijih timah (kasiterit) yang telah dilakukan secara besar-besaran dan masif di Pulau Bangka dan Belitung, baik di daratan maupun lautan selama ratusan tahun di Bangka Belitung, telah meninggalkan tumpukan-tumpukan tailing yang tersebar luas pada berbagai wilayah eks penambangan.

Beberapa mineral ikutan dalam endapan tailing tersebut mengandung sejumlah besar unsur-unsur yang bernilai ekonomis,seperti unsur tanah jarang (LTJ) yang bernilai jual sangat tinggi di pasar dunia karena dipergunakan oleh industri maju untuk pembuatan produk berteknologi tinggi di negara maju.

Oleh karena itu endapan tailing yang tersebar luas dan selama ini tidak dianggap bernilai ekonomis, dapat diolah kembali untuk mengekstraksi berbagai mineral ikutan yang mengandung unsur LTJ dan unsur radioaktif.

Karakteristik tailing perlu diusahakan untuk diteliti untuk mengetahui kondisi fisik dan kimia tailing.

Lokasi Penelitian

Penelitian terhadap karakteristik tailing dilakukan pada daerah Bukit Sambung Giri dan sekitarnya di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Lokasi dapat ditempuh melalui perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua/empat dari Kota Pangkalpinang sejauh sekitar 20 km dengan lama waktu tempuh sekitar 20 menit.

Lokasi terpilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan dekat dengan batuan pembawa timah primer. (*)