Di PPKM Level 1, Ketua Umum Yayasan Hang Tuah Tinjau Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0 , Satuan Pendidikan Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya

0
31

BRIGADENEWS.ID.SURABAYA – Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah Ny. Vero Yudo Margono Selasa,(12/10/21) melaksanakan peninjauhan di9 beberapa satuan pendidikan di lingkungan Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya di damping Ketua Pengawas Yayasan Hang Tuah, Ketua Umum Pengurus inti PP YHT , Angwasda II, Angascab Surabaya, Kapeng YHT Cabang Surabaya.

Kunjungan sekaligus melihat dari dekat kondisi Satuan-satuan pendidikan, sarana dan prasarana serta pencapaian hasil pembelajaran selama masa pandemi covid-19 yang sudah9 berlangsung 2 tahun lebih. Mendapat giliran pertama SMA Hang Tuah 4 Bogowonto Surabaya, di sekolah ini Ketua Pembina diterima langsung oleh Kepala Sekolah Kartika Sari, M.Pd beserta staf dan di TK Hang Tuah 1 Bogowonto diterima oleh kepala Sekolah Roevi Astuti,S.Pd beserta staf.

Beberapa hari seusai dilantik Kapeng YHT Cabang Surabaya melaksanakan kunjungan ke beberapa satuan pendidikan di wilayahnya sekaligus memberi pembekalan kepada para Kasatdik/ Kepala sekolah agar selalu mengikuti perkembangan teknolgi di era revolusi industry 4.0 dalam meningkatkan kwalitas peserta didik .

Di SMA Hang Tuah 4 Bogowontom menurut Kapeng setelah melihat dari dekat kondisi sekolah, SMA Hang Tuah 4 ini karena lokasi yang sempit/ kurang memadai ,untuk itu akan dibangun lapangan apel bersusun dengan menggunakan escalator sbagai mobilisasinya.

Selanjutnya pada kunjungan ke dua dilaksanakan di Sekolah Menengah Khusus Angkatan Laut SMK KAL-1 Surabaya di terima oleh Kepala Sekolah .

Kedatangan Ny . Vero Yudo Margono ( istri Kasal ) di SMK KAL-1 Kodiklatal di sambut oleh jajar kehormatan siswa paskibra dan siswa drum band, laporan kondisi sekolah oleh Waka Kurikulum dan Opsdik Ari Sutriyono, S.Pd., MM, persmian penggunaan perahu naga untuk keberlangsungan ekstrakurikuler dayung.

Selama di sekolah ini Kepala Sekolah mendamping Ketua Pembina dalam peninjauhan di beberapa hasil karya siswa di jurusa Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan ( TKR), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Audio Videa (TAV), dan Teknik Logistik.

Hasil karya yang disuguhkan meliputi : Body Temperatur Check yang merupakan produk/ inovasi siswa di jurusan TITL dengan0 bahan Modul Arduino Nano, Modul Audio , Sensor Ultrasonic, Sensor Suhu, Seven Segment dan Powe Supply 5 Volt. Cara Kerja /Prinsip Kerja alat ini Modul Arduino Nano berfungsi untuk mentransfer data yang dideteksi oleh sendor suhu dan sensor ultrasonic yang hasil datanya akan ditampilkan pada seven segment. Modul audionya berfungsi untuk menginformasikan data yang ditampilkan pada seven segment menggunakan sistem audio google.

Pada jurusan TKR menampilkan : “Simulator Electrik Vehicle” dan HYBRID MOTORCYCLE.
Kendaraan Listrik adalah kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energy listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpana nenergi lainnya, Kendaraan listrik pertama kali muncul pada pertengahan abad ke-19, ketika listrik lebih dipilih sebagai tenaga penggerak pada kendaraan. Pada waktu itu, kendaraan listrik menawarkan kenyamanan yang lebih baik serta pengoperasian yang lebih mudah dari pada mobil-mobil berbahan bakar bensin.

Jurusan TPM / pemesinan menampilkan mesin CNC Router. Mesin CNC Router digunakan untuk membuat grafir dan tulisan atau kaligrafi. Dalam pameran td siswa teknik pemesinan yaitu achmad nur kholis dan bayu putra dari kelas XII yang mengoperasikan mesinnya didampingi oleh Kaprodi dan kabeng. Prosesnya mulai dari desain rancangan kemudian melakukan pemrograman menggunakan bahasa kode G (G code), lalu program tersebut dimasukkan kedalam controller untuk menggerakkan mesin CNC Router..bahan yang digunakan menggunakan material PVC White Board

Kemudia di sistim informasi SMK KAL-1 juga mengalami beberapa kemajuan antara lain : informasi keuangan, data siswa, data guru dan karyawan, penilaian siswa, absensi siswa, jembatan informasi sekolah dengan wali murid. Sehubungan adanya gencaran industri 4.0 memiliki ide gagasan dari 2020 akhir tentang digitalisasi semua laporan.

Pada jurusan termuda, jurusan Teknik Logistik menampilakan suatu simulasi, yaitu perencanaan simulasi koperasi dengan sistem pembayaran digital. Dalam tampilan tersebut diperlihatkan sebuah perbandingan alur proses sistem koperasi lama dengan perencanaan sistem koperasi dengan sistem pembayaran digital, dari hasil simulasi tersebut didapatkan sebuah perbedaan, yaitu pada sistem koperasi lama terjadi penumpukan antrian pada proses pembayaran dan pemilihan barang yang akan dibeli, pada perencanaan koperasi dengan sistem pembayaran digital memiliki dampak yaitu meminimalisir terjadinya penumpukan antrian dan sistem pembyaran menjadi lebih fleksibel karena menggunakan sistem digitalisasi.

Pada akhir peninjauhan di SMK KAL-1 Istri Kasal ini mendapat penjelasan secara detail digitalisasi keuangan sekolah, digitalisasi data aset / barang-barang milik Negara. Hal ini akan menjadi sekolah percontohhan di Yayasan Hang Tuah, sehingga kedepan perlu dikembangkan di seluruh satuan pendidikan di lingkunga Yayasan Hang Tuah.

Kunjungan berikutnya di SMA Hang Tuah 1 Surabaya , Ketua Pembina di damping Kepala Seklah SMA Hang Tuah 1 melihat dari dekat beberapa sarana dan prasarana, ruang kelas pembelajaran, ruang perpustakaan, sarana prasarana di jurusan perhotelan , pembangunan masjid.

Ada yang menjadi perhatian serius Kapeng YHT Cabang Surabaya dalam menyingkapai perkembangan sekolah SMA Hang Tuah 1 Surabaya yang memiliki doble track Perhotelan. Dari pantuan Selama ini ternyata Kapeng akan memproyeksikan sekolah ini menjadi doble track Kemaritimiman sehingga lulusannya nanti akan bisa menyasar pekerjaan di kapal-kapal baik domestic maupun kapal asing, dan tentunya yang sangat menjanjikan.

Sebagai kunjungan terakhir Keta Pembina Yayasan Hang Tuah dan rombongan berkunjung ke TK Hang Tuah 13 di Lokasi Pangkalan TNI AL Lanal Batuporon Madura. Ditempat ini beberapa atraksi menarik di tampilkan generasi muda bahari TK Batuporon berupa demo pencak silat oleh siswa TK HT 13, Baca Puisi dan Nyanyi. Kemudian ditutup dengan pemberian tali asih berupa tas sekolah dengan perlengkapan siswa TK.

Sangat menggembirakan sekali melihat penampilan pesilat siswa TK Hang Tuah 13 dengan memperagakan gerakan beladiri pencak silat Joko Tole yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Pada saat ini menurut Kapeng kondisi keberadaan TK Hang Tuah 13 sangat memprihatikan karena terdesak dengan bermunculannya sekolah-sekolah TK swasta di kawasan Batuporon.

Oleh karenanya sesuai analisa Kapeng TK HT 13 harus berpacu untuk lebih arif melihat kondisi dilapangan, TK HT 13 harus mampu memunculkan kearifan local/ daerah sehingga mampu berkompetisi dengan sekolah lain. Disamping itu karena masyarakat Madura banyak yang memasukkan putra-putrinya untuk mendapat pendidikan di pondok-pondok pesanteren, maka TK Hang Tuah 13 meningkatkan pendidikan keagamaannya sehingga masyarakat Madura akan berpaling dari pendidikan di pondok pesantren ke TK Hang Tuah 13”pungkasnya”(yht/dar).