Soal 2000 Ton Tin Slag Masuk Bangka, PT Timah Belum Berikan Keterangan

0
15

BRIGADENEWS.ID.PANGKALPINANG – Sedikitnya 2000 ton limbah hasil peleburan biji timah (Tin Slag), Jumat (12/11/2021) siang tiba dermaga Jeti samping Depot PT Pertamina Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.

Sejumlah Tin Slag tersebut dibawa menggunakan sarana kapal tongkang. Informasi yang berhasil dihimpun tim media ini di lapangan menyebutkan jika 2000 ton Tin Slag diduga milik PT Timah.

Sejumlah Tin Slag tersebut berasal atau didatangkan dari Kota Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung dan dibawa ke pulau Bangka.

Informasi lainnya pun berhasil diserap oleh tim media ini menyebutkan pula jika 2000 ton Tins Slag tersebut yang diangkut menggunakan tongkang menggunakan jasa pelayaran (shiping) yakni PT Mose Indonesia Group.

Pantauan tim media ini, Jumat (12/11/2021) siang sekitar pukul 13.30 WIB tampak sejumlah aparat kepolisian berseragam lengkap maupun anggota TNI AL berada dekat lokasi dermaga setempat terlihat sedang memantau situasi kapal tongkang yang sedang melakukan bongkar muat ribuan ton Tin Slag termasuk sejumlah wartawan dari berbagai media online maupun elektronik hadir di lokasi.

Di lokasi dekat sekitar dermaga Jety itu pun tampak belasan mobil truk sedang mengantri guna persiapan mengangkut limbah peleburan timah tersebut (Tin Slag).

Belum diketahui pasti jika sejumlah Tin Slag tersebut saat itu dibawa kemana usai dilakukan bongkar muat di dermaga setempat.

Sejauh ini tim jaringan media ini masih mengupayakan konfirmasi terkait 2000 ton Tin Slag asal Tanjung Pandan, Belitung tiba di dermaga Jety samping PT Pertamina Pangkal Balam, Jumat (12/11/2021) siang itu.

Meski begitu tim media ini pun sempat mencoba mengkonfirmasi perihal asal-usul sejumah Tin Slag kepada Humas PT Timah, Anggi Siahaan melalui pesan Whats App (WA), Jumat (12/11/2021) siang sekaligus bermaksud menanyakan untuk kepentingan apa 2000 ton Tin Slag dikirim ke Bangka. Namun sayangnya, belum ada jawaban dari yang bersangkutan.

Hal senada saat tim jaringan media ini mencoba menghubungi kepala Kantor Sahbandar & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkal Balam, Jumat (12/11/2021) siang meski diketahui pesan dikirim terbaca hingga berita ini pun ditayang.

Informasi tambahan lainnya dari berbagai sumber menyebutkan jika 2000 ton Tin Slag asal Belitung ini usai dibongkar muat dibawa ke daerah Air Mesu, Kecamatan Namang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Rencananya sejumlah Tin Slag tersebut akan dilebur guna dijadikan timah balok.

*Tin Slag Alternatif Agregat Kasar Untuk Jalan Raya

Untuk diketahui, jika mengutip dari situs neliti.com (Penggunaan Limbah Peleburan Timah) disebutkan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkenal selaku daerah penghasil biji timah terbesar di negara Indonesia.

Disamping memproduksi biji timah, perusahaan yang mengelola pertimahan juga menghasilkan produk sampingan (limbah) berupa terak timah (Tin Slag) yang jumlahnya bertambah terus setiap saat. Namun limbah ini (Tin Slag) belum dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Untuk itu perlu diadakan penelitian tentang pemanfaatan limbah timah (Tin Slag) sebagai alternatif bahan untuk perkerasan jalan raya atau Agregat kasar merupakan sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, atau mineral lainnya yang berupa hasil alam.

Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS- WC) merupakan lapisan pondasi atas dengan menggunakan bahan pengikat aspal. Letaknya berada dibawah lapisan permukaan (wearing course).

Kinerja suatu perkerasan dapat ditentukan dari pengujian Marshall yang menghasilkan parameter stabilitas, kelelehan, kerapatan, rongga dalam campuran, rongga dalam agregat, dan Marshall Quotient.

Setelah melalui proses uji Marshall didapat nilai Kadar Aspal Optimum untuk agregat biasa sebesar 5,75%, dan untuk Tin Slag sebesar 4,80%.

Hal ini dengan menggunakan metode pengujian yang didasarkan pada standar Bina Marga telah memenuhi persyaratan, sehingga Tin Slag dapat digunakan sebagai bahan pengganti Agregat kasar untuk perkerasan jalan raya dan dapat membantu dalam upaya pemeliharaan lingkungan. (*)